Salah satu pertanyaan paling umum dari pemilik bisnis adalah: mana yang lebih bagus, organic marketing atau paid marketing? Jawaban singkatnya: keduanya penting dan saling melengkapi.
Apa Itu Organic Marketing?
Organic marketing adalah semua aktivitas pemasaran yang tidak melibatkan biaya iklan langsung. Contohnya posting konten di Instagram, membuat video TikTok, menulis artikel blog untuk SEO, dan mengelola email newsletter.
Kelebihannya: gratis (tidak ada biaya iklan), membangun trust jangka panjang, dan hasilnya berkelanjutan.
Kekurangannya: butuh waktu lama untuk melihat hasil signifikan dan jangkauannya terbatas oleh algoritma.
Apa Itu Paid Marketing?
Paid marketing adalah aktivitas pemasaran yang menggunakan budget iklan. Contohnya Meta Ads, Google Ads,TikTok Ads, dan Marketplace Ads.
Kelebihannya: hasil cepat, jangkauan luas dan tertarget, dan terukur dengan jelas. Kekurangannya: butuh budget berkelanjutan dan berhenti saat budget habis.
Strategi Kombinasi yang Optimal
Strategi paling efektif adalah kombinasi keduanya. Organic marketing untuk membangun fondasi brand dan trust jangka panjang. Paid marketing untuk akselerasi dan menjangkau audiens baru dengan cepat.
Contoh kombinasi: buat konten edukatif di Instagram dan TikTok (organic) untuk membangun authority, lalu boost konten terbaik dengan iklan (paid) untuk memperluas jangkauan. Traffic dari iklan diarahkan ke website yang SEO-friendly (organic) untuk konversi.
Alokasi Budget yang Disarankan
Untuk bisnis yang baru mulai, alokasikan 70 persen effort di organic dan 30 persen di paid. Setelah fondasi konten sudah kuat, mulai naikkan porsi paid ke 40-50 persen untuk akselerasi pertumbuhan.
Armedia Pratama membantu klien menjalankan strategi kombinasi ini dengan layanan terintegrasi. Dari konten organik sampai iklan digital, semua dalam satu tim. Konsultasi gratis di armediapratama.com.







